Diberitahukan kepada pengguna jasa karantina pertanian hal-hal sebagai berikut :
Pengguna jasa karantina pertanian yang akan membuat sertifikat kesehatan hewan dan sertifikat kesehatan tumbuhan untuk membawa/ mengeluarkan media pembawa HPHK (Hama Penyakit Hewan Karantina) berupa hewan kesayangan (anjing, kucing, ayam, burung dsb), Produk hewan (telur, kulit, daging dsb) dan media pembawa OPTK (Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina) berupa bibit pohon dsb agar melengkapi persyaratan sebagai berikut :
a. Melaporkan ke Dinas setempat untuk mendapatkan Surat keterangan asal baik hewan maupun tumbuhan
b. Membawa fotokopi identitas berupa KTP tau SIM
Pengguna jasa karantina pertanian yang akan memasukan Media pembawa HPHK dan OPTK dari daerah luar ke kota Bontang diharapkan melaporkan setiap kedatangannya ke kantor karantina pertanian wilayah kerja Bontang dengan membawa sertifikat kesehatan hewan untuk hewan atau sertifikat kesehatan tumbuhan untuk tumbuhan.
Demikian pemberitahuan ini disampaikan dan untuk informasi lebih jelasnya bisa menghubungi kantor karantina pertanian wilayah kerja Bontang dengan No. Tlp/ Fax (0548) 22645.
Alamat
Jl. Pelabuhan III RT 14 Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan, Kota Bontang 75322. Telp/ Faks (0548) 22645.
Senin, 30 Mei 2011
Senin, 09 Mei 2011
Perbaikan Kantor Karantina Pertanian Wilker Bontang
Pada tanggal 3 - 7 Mei 2011 Karantina Pertanian Wilayah Kerja Bontang melakukan kegiatan perbaikan bangunan kantor. Perbaikan ini meliputi : Atap bangunan yang rusak dan bocor, pintu kamar mandi belakang, meninggikan panblock halaman kantor yang sering tergenang air saat hujan, dan pengecatan pagar dan bagian depan kantor. Berikut gambar dari kegiatan perbaikan kantor Karantina Pertanian Wilker Bontang :
Gambar 1. Peninggian panblok depan dengan cara pengurukan pasir
Gambar 2. Pengecatan pagar dan bagian depan kantor
Gambar 3. Tampak bagunan kantor yang telah selesai diperbaiki
Selasa, 01 Maret 2011
Penghijauan wilker Bontang
Pada hari jum'at tanggal 25 Februari di kantor Karantina Pertanian Wilayah Kerja Bontang dilakukan penghijauan dengan menanam tanaman di halaman kantor. Penghijauan ini dilakukan agar suasana kantor menjadi lebih asri. Kegiatan ini dilakukan pada pagi hari dengan menanam tanaman di pot dan dipapan nama kantor.
Senin, 15 November 2010
Kambing 100 ekor dari Pantoloan
Pada tanggal 8 November 2010 KM. Sumber Rezeki yang dinahkodai Bapak Mustapa merapat di dermaga Tanjung Limau dengan membawa 100 ekor Kambing dari Pantoloan, Sulawesi Tengah. Setelah dicek kesehatan dan tidak ada HPHK kemudian dilakukan pembongkaran, berikut kegiantanya :
Gambar 1. Kambing sebelum di turunkan dari kapal
Gambar 2. Kegiatan bongkar kambing dari kapal
Gambar 3. Kambing di angkut menggunakan angkot ke tempat tujuan.
Kambing ini kemudian di bagi lagi ke peternak di wilayah kota Bontang untuk kemudian di jual.
Selasa, 26 Oktober 2010
Kedatangan Beras, Kemiri, Jeruk Bali dan Telur Konsumsi
Pagi ini tanggal 26 Oktober KLM. Tanjung Utama bersandar di Pelabuhan Tanjung Laut Bontang yang di Nahkodai Bapak Mohamad Saad dari Awerangge, Pare-Pare Sulsel dengan membawa komoditas hasil pertanian. Jenis komoditas yang dibawa terdiri dari :
- Beras (oryza sativa) jumlah 60.000 kg.
- Jeruk Bali (citrus sp) jumlah 1000 kg.
- Kemiri (candle nut) jumlah 500 kg.
- Telur Konsumsi jumlah 300 kg.
Gambar 1. Komoditas pertanian dari Awerangge
Gambar 2. Petugas karantina sedang mengamati komoditas pertanian
Hasil pemeriksaan menunjukan komoditas pertanian layak untuk di bongkar karena dilengkapi dengan dokumen yang lengkap dan sah dari daerah asal.
Selasa, 19 Oktober 2010
Pemeriksaan Kambing dari Pantoloan
Pemeriksaan sampel pada kambing yang datang dari Pantoloan di Karantina Pertanian Wilker Bontang dilakukan karena kondisi kambing kurang sehat dan dikhawatirkan adanya indikasi penyakit. Jumlah kambing yang datang sebanyak 100 ekor dan dibagi ke tiga peternak di kota Bontang. Pemeriksaan ini dilakukan di kandang peternak dengan pengambilan sampel 10 % dari jumlah kambing yang datang. Pemeriksaan yang dilakukan adalah Pemeriksaan sampel darah dengan mengambil darah dari pembuluh darah perifer menggunakan spuit 1 cc untuk selanjutnya dibuat preparat ulas darah dan pemeriksaan feses kambing metode natif. Berikut gambar kegiatan pemeriksaan yang dilakukan :
Gambar 1. Pengambilan sampel darah dari perifer
Gambar 2. Fiksasi darah dengan menggunakan methanol
Gambar 3. Pengambilan feses kambing per rektal
Dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan adanya telur cacing jenis stronggyl namun dalam jumlah yang sedikit, sehingga tetap perlu dilakukan treatmen oleh peternak dengan menggunakan obat cacing. Sedangkan pada pemeriksaan ulas darah tidak ditemukan parasit darah.
Rencanannya kegiatan pemerikasaan kedatangan kambing/ sapi ini akan rutin dilaksanakan di Karantina Pertanian wilayah kerja Bontang 1 kali dalam 1 bulan, namun masih terkendala dengan peralatan laboratorium yang belum memadai.
Kamis, 14 Oktober 2010
Kedatangan Sapi Potong dari Pantoloan di Pelabuhan Tanjung Limau
Pada awal Oktober 2010 datang lagi 17 ekor Sapi Bali dari Pantoloan melalui Pelabuhan Rakyat Tanjung Limau dengan menggunakan kapal kayu KM. Sumber Rezeki yang di Nahkodai oleh bapak Thamrin. Kondisi sapi baik dan layak untuk dibongkar. Setelah mendapat ijin dari petugas Karantina Pertanian Wilker Bontang sapi diturunkan dengan cara diceburkan ke pinggir pelabuhan kemudian digiring menuju darat dan diangkut dengan truk ke kandang milik bapak Ali Mashudi. Sapi tersebut nantinya akan dipotong pada malam harinya di RPH setempat. Berikut adalah gambar kegiatan bongkar sapi di Pelabuhan Rakyat Tanjung Limau :
Gambar 1. Sapi sebelum diturunkan dari kapal
Gambar 2. Sapi setelah diturunkan dari kapal digiring ke darat
Kedatangan sapi bali dari Pantoloan, Sulawesi Tengah ini frekuensinya 1 kali perbulan, dikarenakan Peternak di sini juga kadang mendatangkan sapi dari luar yang masuk melalui Pelabuhan Samarinda kemudian dibawa dengan kendaraan darat menuju ke Kota Bontang.
Gambar 1. Sapi sebelum diturunkan dari kapal
Gambar 2. Sapi setelah diturunkan dari kapal digiring ke darat
Kedatangan sapi bali dari Pantoloan, Sulawesi Tengah ini frekuensinya 1 kali perbulan, dikarenakan Peternak di sini juga kadang mendatangkan sapi dari luar yang masuk melalui Pelabuhan Samarinda kemudian dibawa dengan kendaraan darat menuju ke Kota Bontang.
Langganan:
Postingan (Atom)







.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)